"ORANG MOBIL ITU JAHAT JAHAT-JAHAT MAMA, MEREKA PEGANG-PEGANG"
![]() |
| "ORANG MOBIL ITU JAHAT JAHAT-JAHAT MAMA, MEREKA PEGANG-PEGANG" |
BATAM- Farida (35), orangtua korban LF (4) yang diduga menjadi korban pencabulan kernet mobil odong-odong bernama Rudi M (21), menceritakan kejadian pencabulan itu berlangsung pada Jumat (12/2/2016) lalu di sekitar kolam pancing Marina, Sekupang.
"Mobil odong-odong yang membawa anak saya adalah langganan orang komplek, biasanya mereka kemari (Perumahan Fanindo_red) hari Rabu dan Jumat," kata Farida kepada Tribun Batam, Kamis (25/2/2016).
Farida mengatahui anaknya sudah dicabuli setelah anaknya pulang diantar ke rumah.
"Hari Jumat (12/2) anak saya naik mobil odong-odong mulai pukul 10.00WIB. Pulangnya terlambat. Biasanya cuma satu jam, namun kali itu sampai dua jam dimana anak saya diantar ke rumah pukul 12.00WIB," terangnya.
Setelah anaknya pulang, tidak ada terjadi apa-apa. Namun dua hari kemudian anaknya sakit.
"Saat anak saya sakit, dia mengatakan, orang mobil odong-odong tersebut jahat-jahat. Orang mobil odong-odong itu jahat-jahat mama,"kata Farida menirukan kata-kata anaknya tersebut.
Karena penasaran kenapa anaknya mengatakan orang mobil odong-odong jahat-jahat. Farida terus menanyai anaknya kenapa sampai anaknya mengatakan orang odong-odong itu jahat.
Dari pengakuan anaknya kepada Farida bahwa orang-odong-odong tersebut membawa dirinya keliling-keliling ke Marina.
"Mereka memegang tititku mama,"kata Farida menirukan jawaban anaknya.
Atas pengakuan anaknya tersebut, dirinya menghubungi SS (25), supir mobil odong-odong tersebut untuk datang ke rumahnya.
"Saya sudah lama langganan sama mobil odong-odong tersebut, semua warga komplek sudah kenal supirnya,"kata Farida.
Saat Farida menghubungi SS, supir mobil odong-odong tersebut datang ke rumahnya.
"Saat dia datang kita menayakan baik-baik, siapa kernet yang dibawa SS tanggal 22/2 tersebut, saat itu juga SS disuruh agar menghubungi kernet tersebut dan membawanya ke Fanindo," kata Farida.
Dia juga mengatakan, supirnya menghubungi kernetnya, dan kernetnya datang ke Fanindo, saat itu juga.
Rudi pun diminta datang ke Perumahan Fanindo.
"Setelah Rudi M datang, mereka menanyai hal tersebut. Namun Rudi, tidak mengakui hal tersebut," kata Farida, Kamis (25/2/2016)/
Karena Rudi tidak mau mengakui perbuatannya, warga yang sudah ada di lokasi geram melihat Rudi.
"Mereka langsung menyeret Rudi ke luar dan memukilinya secara membabi buta," kata Farida.
Dia juga mengatakan, setelah warga selesai memukuli Rudi, warga menghubungi pihak Polsek Batuaji untuk menjemputnya.
"Warga menghubungi polisi, polisi langsung membawanya ke kantor Polsek,"tutup Farida.

Post a Comment